Album

Album
Image

Rabu, 20 April 2011


      Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.
Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.
Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Diagnosa

Spesialis tidur kedokteran memenuhi syarat untuk mendiagnosis berbagai gangguan tidur. Pasien dengan berbagai penyakit termasuk sindrom fase tidur tertunda sering salah didiagnosis sebagai Insomnia.
Untuk mendiagnosis insomnia, dilakukan penilaian terhadap:
  • Pola tidur penderita.
  • Pemakaian obat-obatan, alkohol, atau obat terlarang.
  • Tingkatan stres psikis.
  • Riwayat medis.
  • Aktivitas fisik.
Diagnosis berdasarkan kepada kebutuhan tidur secara individual.

Penyebab

Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.
Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
  • Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  • Bekerja pada malam hari.
  • Sering berubah-ubah jam kerja.
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  • Efek samping obat (kadang-kadang).
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Gejala

Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan.

Pengobatan

Pengobatan insomnia tergantung kepada penyebab dan beratnya insomnia.
Orang tua yang mengalami perubahan tidur karena bertambahnya usia, biasanya tidak memerlukan pengobatan, karena perubahan tersebut adalah normal.
Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur; cahaya yang redup dan tidak berisik.
Jika penyebabnya adalah stres emosional, diberikan obat untuk mengurangi stres. Jika penyebabnya adalah depresi, diberikan obat anti-depresi.
Jika gangguan tidur berhubungan dengan aktivitas normal penderita dan penderita merasa sehat, bisa diberikan obat tidur untuk sementara waktu. Alternatif lain untuk mengatasi insomnia tanpa obat-obatan adalah dengan terapi hipnosis atau hipnoterapi.

Durasi Tidur dan Kematian

Sebuah survei dari 1,1 juta penduduk di Amerika yang dilakukan oleh American Cancer Society menemukan bahwa mereka yang dilaporkan tidur sekitar 7 jam setiap malam memiliki tingkat kematian terendah, sedangkan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam lebih tinggi tingkat kematiannya. Tidur selama 8,5 jam atau lebih setiap malam dapat meningkatkan angka kematian sebesar 15%. Insomnia kronis - tidur kurang dari 3,5 jam (wanita) dan 4,5 jam (laki-laki) juga dapat menyebabkan kenaikan sebesar 15% tingkat kematian. Setelah mengontrol durasi tidur dan insomnia, penggunaan pil tidur juga berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Selasa, 19 April 2011

KEUNTUNGAN INSOMNIA BAGI BLOGGER

                Keuntungan insomnia bagi blogger mania? Memangnya ada keuntungan yang bisa di dapat dari insomnia buat semua orang khususnya bagi para blogger? Padahal insomnia itu menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Sebelum aku menjawab semua pertanyaan itu, sebaiknya aku menjelaskan tentang insomnia itu sendiri. Aku yakin semua orang pasti pernah mengalami insomnia baik itu insomnia ringan ataupun insomnia yang termasuk dalam kelompok kritis. Insomnia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami susah untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Tetapi menurut informasi yang aku peroleh dari wikipedia, insomnia itu adalah gejala kelainan dalam tidur yang berupa kesulitan untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Hal-hal yang menyebabkan seseorang bisa mengalami insomnia itu antara lain kelainan emosional, atau pemakaian obat-obatan penenang. Tapi tidak semua orang yang tidak bisa tidur dikatakan mengalami insomnia. Seseorang baru bisa dikatakan insomnia jika telah dilakukan penilaian oleh dokter terhadap pola tidur pasien, tingkat stress seseorang, ataupun aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Ada 3 jenis insomnia yaitu susah tidur (sleep onset insomnia), selalu terbangun di tengah malam (sleep maintenance insomnia) dan selalu bangun lebih cepat dari keinginannya (early awakening insomnia).
Sebenarnya insomnia itu bisa disembuhkan jika orang tersebut sudah merasa terganggu akan kelainan yang dialaminya itu seperti ketika berada di kantor ia tertidur, sakit karena tiap hari tidak bisa tidur dan sebagainya.

Cara untuk mengatasi insomnia antara lain :
1. Melakukan olahraga secara teratur terutama pada pagi hari karena dengan berolahraga bisa meningkatkan stamina tubuh sehingga dapat mencegah stress yang dapat menyebabkan insomnia.

2. Sebaiknya tidak makan dan minum dalam jumlah yang banyak ketika menjelang tidur. Jika pada malam harinya teman-teman merasa lapar hendaknya konsumsilah makanan yang banyak mengandung kabohidrat seperti pisang, pasta, yogurt, kentang. Karena karbohidrat bisa membantu tubuh kita untuk memproduksi serotonin atau hormon penyebab tidur.

3. Kurangi mengkonsumsi garam dan perbanyaklah makanan yang mengandung vitamin B karena dapat membantu menghilangkan stres.

4. Hindari minum minuman yang dapat membuat kita terjaga seperti teh, kopi, minuman yang mengandung alkohol dan tentu saja hindari rokok.

5. Bersihkan pikiran dari semua masalah yang menghampiri anda ketika menjelang tidur sehingga beban pikiran anda bisa lebih jernih dan dapat tidur dengan nyenyak.

Mungkin itu saja tips yang bisa aku bagikan buat teman-teman yang mengalami masalah dalam tidur. Nah sekarang aku coba bahas apa saja keuntungan jika seseorang mengalami insomnia terutama buat blogger mania baik yang menjalankan bisnis online maupun sekedar buat ngeblog karena segala sesuatu pasti ada kelemahan dan keuntungannya.

Beberapa keuntungan yang diperoleh seseorang jika mengalami insomnia antara lain :
1. Buat blogger yang menjalankan usaha dalam bidang bisnis online, insomnia sangat membantu pekerjaannya karena di saat orang lain tertidur dia bisa mendapatkan uang. Selain itu dunia bisnis online sangat cepat perkembangan informasinya sehingga buat blogger yang insomnia ini sangat membantunya untuk mendapatkan informasi yang up to date.

2. Jaringan internet biasanya cukup cepat jika dilakukan pada waktu dini hari dibandingkan pada siang hari sehingga aktivitas blogwalking dan menulis bahan postingan bisa lebih efisien dan efektif.

3. Bisa sekalian ronda di rumah masing-masing sehingga rumah teman-teman tetap dalam keadaan aman.

Bagaimana dengan teman-teman apakah saat ini mengalami insomnia? Adakah keuntungan yang teman-teman dapatkan dari gejala kelainan dalam tidur (insomnia) yang dialami?